Evaluasi Kritis Strategi Akuisisi Anggota Koperasi Syariah: Studi Kasus Koperasi Al Iqtishod Lil Muamalah Mawaddah Syariah Jawa Timur
Kata Kunci:
akuisisi anggota, pertumbuhan koperasi, retensi anggota, strategi pemasaran, koperasi syariahAbstrak
Penelitian ini menyoroti pertumbuhan keanggotaan KSPPS BMT Mawaddah Jawa Timur sebagai indikator strategi akuisisi. Dengan basis anggota yang besar (47.547 orang pada 2025), penelitian mengambil posisi kritis: pertumbuhan tidak otomatis dianggap positif, melainkan diperlakukan sebagai isu yang perlu ditelaah. Data menunjukkan laju pertumbuhan anggota baru hanya 0,96% (454 orang dari 47.093), dengan retensi sempurna (tidak ada anggota keluar) serta penghentian sementara ekspansi cabang akibat transisi kelembagaan dari koperasi konsumen ke KSPPS. Anomali muncul pada dokumen RK-RAPBK 2026 yang menargetkan 40.000 anggota, lebih rendah dari realisasi 2025, sebuah inkonsistensi yang belum dapat dijelaskan dan memerlukan klarifikasi pengurus. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi akuisisi BMT Mawaddah lebih menyerupai konsolidasi dan retensi (defend) daripada ekspansi agresif (attack). Pilihan ini tidak serta-merta keliru, namun perlu diakui secara eksplisit agar narasi pertumbuhan tidak menutupi kenyataan perlambatan. Dengan demikian, penelitian menekankan pentingnya transparansi strategi keanggotaan, agar koperasi tidak terjebak dalam retorika pertumbuhan semu, melainkan mampu menyesuaikan arah kebijakan dengan kondisi riil kelembagaan dan kebutuhan anggota.



