Mencari Sosok dalam Diri: Studi Fenomenologi Pengalaman Crossdressing pada Emerging Adult dengan Riwayat Fatherless
DOI:
https://doi.org/10.36420/71rm7998Keywords:
crossdressing, emerging adulthood, fatherless, identitas gender, hambatan pembentukan model peran genderAbstract
Ketidakhadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional, dipahami sebagai faktor yang berpotensi menghambat terbentuknya model peran gender pada individu yang mengalaminya. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman crossdressing pada individu emerging adulthood yang tumbuh dalam pengasuhan fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis(IPA). Partisipan berjumlah empat orang berusia 18–25 tahun yang melakukan crossdressing, mengalami kondisi fatherless, dan bersedia menjadi partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan prosedur IPA enam tahap dari Pietkiewicz & Smith. Hasil analisis menghasilkan empat tema superordinat, yaitu: (1) kehilangan figur ayah sebagai pengalaman berlapis; (2)fatherless sebagai hambatan pembentukan model peran gender; (3) crossdressing sebagai strategi negosiasi identitas; dan (4) penerimaan diri sebagai proses yang berkelanjutan. Crossdressing dipahami sebagai manifestasi upaya individu menegosiasikan identitas gender di tengah absennya figur referensi utama pada fase perkembangan yang kritis.
References
Agustine, S., & Sutrisno, E. L., Candraningrum, D. (2015). Diri, Tubuh dan Relasi: Kajian atas Transgender FTM (Female to Male) di Jakarta. Jurnal Perempuan, 20(4), 48–74. DOI: https://doi.org/10.34309/jp.v20i4.16
Amna, R. (2024). Surat Pencatatan Ciptaan Hilangnya Peran Orang Tua terhadap Kondisi Psikologis dan Mental Anak" Studi Kasus: Emerging Adulthood".
Anindya, A. (2018). Krisis maskulinitas dalam pembentukan identitas gender pada aktivitas komunikasi. Jurnal Ranah Komunikasi (JRK), 2(1), 24. DOI: https://doi.org/10.25077/rk.2.1.24-34.2018
Arnett, J. J. (n.d.). Emerging Adulthood. 469–480. https://doi.org/10.1037//0003-066X.55.5.469 DOI: https://doi.org/10.1037//0003-066X.55.5.469
Bandura, A. (1977). Self efficacy : Toward a unifiying theory of behavioral change. Phychlogical Review, 191–215. DOI: https://doi.org/10.1037/0033-295X.84.2.191
Boothroyd, L. G., & Cross, C. P. (2017). Father absence and gendered traits in sons and daughters. 1–19. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0179954
Bowlby, J. (1982). Attachment and Loss (vol 1. ed). Attachment.
Bradley, A. (2016). Sesuatu tampak aneh: Esai kritis tentang Kekristenan, kebijakan publik, dan budaya kontemporer. Wipf and Stock.
Bullough, V. L., & Bullough, B. (1993). Cross dressing, sex, and gender. University of Pennsylvania Press.
Butler, J. (2002). Gender trouble. routledge. DOI: https://doi.org/10.4324/9780203902752
Cremin, C. (2017). Man-made woman: The dialectics of cross-dressing. Pluto Press. DOI: https://doi.org/10.2307/j.ctt1trkjkm
Curtis, M., & Morris, K. (2015). Cross-dressing as a meaningful occupation: A single case study. British Journal of Occupational Therapy, 78(11), 706–712. DOI: https://doi.org/10.1177/0308022615586568
Erikson, E. H. (1968). Identity, Youth, and Crisis. W. W. Norton. https://books.google.co.id/books?id=oDbVxwEACAAJ
Fitroh, S. (2014). Dampak fatherless terhadap prestasi belajar anak. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 1(2), 83–91.
Haikal, R., Aprilliyani, R., Dzakwan, Z., Febriani, S., Lestari, G., & Praja, W. (2024). Crossdress The Boundaries: Manajemen Fenomenologi Ekspresi Diri Pelaku Crossdress Pria Sebagai Upaya Pencegahan Kecenderungan Transvestik. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 1011–1020. DOI: https://doi.org/10.54371/jiip.v7i1.3191
Kristianto, C. D., & Sutanto, S. H. (2022). Peranan Keterlibatan Ayah terhadap Self-Esteem pada Pria Emerging Adulthood. Jurnal Psikologi Ilmiah, 14(1), 51–61. DOI: https://doi.org/10.15294/intuisi.v14i1.41812
Marcia, J. E. (1966). Development and validation of ego-identity status. Journal of Personality and Social Psychology, 3(5), 551. DOI: https://doi.org/10.1037/h0023281
Pengadilan Agama, K. P. (2023). Data Perkara Perceraian Tahun 2022–2023. Pekalongan. Pengadilan Agama Kota Pekalongan.
Perry, D. G., Pauletti, R. E., & Cooper, P. J. (2019). Gender identity in childhood : A review of the literature. 43(4), 289–304. https://doi.org/10.1177/0165025418811129 DOI: https://doi.org/10.1177/0165025418811129
Pietkiewicz, I., & Smith, J. (2014). Panduan praktis untuk menggunakan Analisis Fenomenologi Interpretatif dalam Dampaknya terkalogi penelitian kualitatif. Czasopismo Jurnal Psikologi, 20(1), 7–14. https://doi.org/https://doi.org/10.14691/cppj.20.1.7 DOI: https://doi.org/10.14691/CPPJ.20.1.7
Prastiyani, W. (2017). Peran ayah muslim dalam pembentukan identitas gender anak kampung karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan Yogyakarta. Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 22(2), 69–88. DOI: https://doi.org/10.20885/psikologika.vol22.iss2.art6
Putri, N., Yuliani, T., & Tsuraya, A. (2024). Eksplorasi Dampak Ketiadaan Figur Ayah terhadap Pengembangan Identitas Gender pada Anak: Studi Kualitatif. Dalam Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pengetahuan Sosial (Vol. 3).
Putri, R. D., Rahmi, Y., & Armalid, I. I. (2022). Dampak ketiadaan figur ayah pada gender role development seorang anak. Flourishing Journal, 2(6), 447–456. DOI: https://doi.org/10.17977/um070v2i62022p447-456
Rachmanulia, N., & Dewi, K. S. (2023). Dinamika Psikologis Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa Awal: Studi Fenomenologis. 4, 88–98.
Raharjo, T. A., Rahardjo, T., & Widagdo, M. B. (2022). Negosiasi identitas penari cross gender pada lengger lanang. Interaksi Online. 10(3), 68–83.
Roriska, A., & Kuntari, S. (2025). Peran Keluarga Dalam Pembentukan Identitas Gender Pada Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNTIRTA. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 9(2), 417–426.
Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2010). Review Interpretative Phenomenological Analysis : Theory , Method and Research. 9.
Sona, D., & Linsiya, R. (2025). Fenomena Fatherless dari Prespektif Gender dalam Melihat Dampak pada Relasi Interpersonal. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Borneo, 7(1), 60–66. DOI: https://doi.org/10.35334/jbkb.v7i1.257
Wibiharto, B., Setiadi, R., & Widyaningsih, Y. (2021). Pola hubungan dampak ketiadaan ayah terhadap kecanduan internet, kecenderungan bunuh diri dan kesulitan belajar pada siswa di SMAN ABC Jakarta. 9(1), 264–276. DOI: https://doi.org/10.33019/society.v9i1.275
Yolanda, Y. O., & Prihanto, J. (2023). Dinamika Psikologis Perempuan Fatherless di Fase Emerging Adulthood. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 3(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nia Kurniasih, Andromeda (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







