THE QUR’ANIC MINDSET: REVITALISASI NILAI RUHANI UNTUK KESEHATAN MENTAL GEN Z DI ERA DIGITAL
Keywords:
Qur'anic Mindset, Kesehatan Mental, Nilai RuhaniAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Qur’anic mindset sebagai solusi spiritual–psikologis dalam mengatasi problem kesehatan mental Generasi Z di era digital. Intensitas penggunaan media sosial memicu kecemasan, fear of missing out (FOMO), overthinking, kelelahan mental, serta penurunan kepercayaan diri akibat budaya perbandingan sosial dan tuntutan validasi eksternal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap responden Gen Z serta telaah literatur Al-Qur’an, tafsir, dan psikologi modern. Analisis dilakukan dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk mengungkap makna pengalaman subjektif responden serta integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam penguatan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi empat pilar Qur’anic mindset, yakni dzikrullah, qana‘ah dan iman kepada takdir, tawāzun, serta takwa berkontribusi signifikan dalam menenangkan emosi, mengoreksi pola pikir destruktif, menumbuhkan kebermaknaan hidup, menjaga keseimbangan aktivitas, dan membangun secure self-worth yang tidak bergantung pada validasi sosial. Dengan demikian, Qur’anic mindset terbukti relevan sebagai pendekatan holistik berbasis spiritualitas Qur’ani untuk meningkatkan resiliensi mental Gen Z dan membantu mereka menghadapi tekanan psikologis khas budaya digital secara lebih tenang, autentik, dan bermakna.
References
Abdullah, S., & Puspita Dewi, E. M. (2023). Hubungan Antara Perbandingan Sosial dan Citra Tubuh Remaja Laki-Laki Pada Pengguna Media Sosial di Kota Makassar. INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY, 3(2), 88.
Al Aziz, A. A. (2020). Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Depresi pada Mahasiswa. Acta Psychologia, 2(2), 92–107.
Alamsyah, A. (2023). Tirani Kebahagiaan dan Media Sosial: Sebuah Kajian Media dan Politik. Jurnal Politik Profetik, 11(1), 87–110.
Andri Sihata Sitanggang, Mochammad Hatta Kimura Raya Ramkar, Naufal Azhar, Astika Ayu Pratiwi, & Ferdian Dwi Saputra. (2025). Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Kajian Terhadap Korelasi Intensitas Penggunaan dan Tingkat Kecemasan. Inovasi Kesehatan Global, 2(3), 268–277.
Anwar, S., Siregar, S. M. F., Alamsyah, T., Muliadi, T., Marniati, M., & Khairunnas, K. (2024). The dhikr and the mental health of the elderly in Aceh, Indonesia. Health SA Gesondheid, 29.
Azka, F., Firdaus, D. F., & Kurniadewi, E. (2018). Kecemasan Sosial dan Ketergantungan Media Sosial pada Mahasiswa. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(2), 201–210.
Bunyamin, A. (2021). MENGELOLA STRES DENGAN PENDEKATAN ISLAMI DAN PSIKOLOGIS. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(1), 145.
Counted, V. (2017). Attachment theory and religious violence: theorizing adult religious psychopathology. Journal for the Study of Religion, 30(1), 78–109.
Dinda Salshabila, & Ida Fiteriani. (2025). UPAYA MENGURANGI KECEMASAN BELAJAR MELALUI PENDEKATAN MINDFULNESS PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN 1 BERINGIN RAYA BANDAR LAMPUNG. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(03), 241–257.
Eryandi, E. (2023). Integrasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Pendidikan Karakter di Era Digital. Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam, 1(1), 12–16.
Fitri, K., Shofiah, V., & Rajab, K. (2023). Kajian Model Psikoterapi Ikhlas untuk Mencapai Kesehatan Mental. Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi, 4(1), 32.
Flaherty, A., Katz, D., Chosak, A., Henry, M. E., Trinh, N.-H., Waldinger, R. J., & Cohen, J. N. (2022). Treatment of Overthinking. The Journal of Clinical Psychiatry, 83(4).
Gandana, I., & Oktaviandy, R. (2021). Social Media use among Indonesia’s Generation Z: A Case of University Students in Bandung, West Java. Komunitas, 13(2), 168–178.
Genta Rizki Alfaridzi, Elisabet Mediana Putri, & Sulistiasih Sulistiasih. (2024). Sosial Media Effect terhadap Mental Health Adolescent di Tengah Transformasi Digital: Studi Komprehensif tentang Psikologis dan Risiko Terkait. Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(3), 202–222.
Haris, R. (2022). The Pyscho-Spiritual Therapy On Mental Illness; An Islamic Approach. Prophetic Guidance and Counseling Journal, 2(2), 34–40.
Ikkyu, I., & Yuliawati, L. (2022). GRATITUDE SEBAGAI MEDIATOR ANTARA MINDFULNESS DAN PENERIMAAN DIRI. Proyeksi, 17(2), 48.
Irman, I., Saari, C. Z., Silvianetri, S., Rajab, K., & Zalnur, M. (2019). The Effect of Zikir Relaxation in Counseling to Reduce Internet Addiction. Al-Ta Lim Journal, 26(1), 1–11.
Ivantchev, B., & Ivantcheva, M. (2024). FOMO effect: social media and online traders. Journal of Management and Financial Sciences, 48.
Muktifada Matilda, A., Adelia Intan Wulandari, B. P., & Darmanto, D. (2025). UNDERSTANDING GEN Z’S MENTAL HEALTH CHALLENGES. PHENOMENON : Multidisciplinary Journal Of Sciences and Research, 3(1), 38–52.
Rohman, A. (2022). Manajemen Qur’ani Tentang Penggunaan Waktu Dalam Bingkai Pendidikan Islam. Realita : Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 16(1).
Ryan, R. M., Deci, E. L., & Vansteenkiste, M. (2016). Autonomy and Autonomy Disturbances in Self‐Development and Psychopathology: Research on Motivation, Attachment, and Clinical Process. In Developmental Psychopathology (pp. 1–54). Wiley.
Salsabila, F. L., Widiyanarti, T., Ashari, S. D., Zahra, T., & Fadhilah, S. A. (2024). Pengaruh Globalisasi terhadap Perubahan Pola Komunikasi antar Budaya pada Generasi Z. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(4), 13.
Septania, S., & Proborini, R. (2020). Self-Compassion, Grit dan Adiksi Internet pada Generasi Z. Analitika, 12(2), 138–147.
Showers, C. J., Ditzfeld, C. P., & Zeigler‐Hill, V. (2015). Self‐Concept Structure and the Quality of Self‐Knowledge. Journal of Personality, 83(5), 535–551.
Taris, T. W., & Schaufeli, W. B. (2015). The Job Demands‐Resources Model. In The Wiley Blackwell Handbook of the Psychology of Occupational Safety and Workplace Health (pp. 155–180). Wiley.
Zulkarnain, Z. (2019). Kesehatan Mental dan Kebahagiaan. MAWA’IZH: JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN, 10(1), 18–38.





